e atau é di Bahasa Indonesia

17 09 2008

Kalo liat judulnya apa sih yang pembaca pikirkan ? Unik ? Aneh ? atau memangnya ada ya abjad é di Bahasa Indonesia ? Inilah kenyataan yang saya temui ketika Saya selesai mempelajari soal linguistik Cina. Memang belajarnya sih soal Cina tapi toh kan ada pengantar Linguistiknya juga dan dari situ jadi dapet pemikiran kritis soal apa yang ada di sekitar kita….

Pernah ga sih teman-teman sekalian berpikir atau kepikiran bahwa Bahasa Indonesia memiliki dua e. Mengapa saya katakan memiliki dua e, karena pada banyak kata cara pengucapan e yang satu dengan e yang lainnya itu berbeda

Sebagai Contoh :

Kata Bebek yang artinya binatang berkaki dua dan berbunyi kwek dan kata bebek yang ada di dalam frase Rujak bebek. Bagaimana kalian membacanya ?

bukankah Bebek yang diartikan sebagai binatang itu seharusnya tertulis Bébék ?

dan bebek yang kedua tetap ditulis sebagai bebek ?

Sebagai orang Indonesia kita mungkin tidak menyadari akan hal ini tetapi sebagai orang asing yang memelajari bahasa Indonesia, hal ini menjadi satu kendala (walaupun tidak terlalu berarti). Saya mendapati orang Cina yang sedang belajar Bahasa Indonesia sebagai BIPA di UI mengalami kesulitan ini. Waktu itu ia menulis kata lumer yang berarti mencair, tapi ia membaca kata lumer, huruf e nya dibaca seperti kata mekar, apa jadinya ? setelah saya mengucapkan dia langsung mengubah hurufnya menjadi lumér. Saya berkesimpulan, berarti Bahasa Indonesia mempunyai satu huruf yang ‘tidak terdaftar’ di dalam perbendaharaan kata dan dengan demikian ada perlunya dimasukkan juga kata é dalam daftar kita

Bagaimana pendapat Anda ?





Here we go (again)….

17 09 2008

Bueh… ga berasa liburan gw yang 3 bulan itu udah berlalu dan gw udah masuk lagi. Eh, UDAH 3 minggu gw masuk… buset dah, ga berasa banged. Senangnya melihat anak-anak baru di jurusan gw (sastra Cina) yang banyak abess…. total ada 86 anak angkatan 2008 (reguler dan non-reguler, kalo versi surya : reguler dan maxi -géblék abes dah-) Haha…. otomatis sekarang angkatan gw deh yang paling tua. Tinggal setaon lagi coi dah mesti (mesti ?) hengkang dari UI yang tercinta ini….

Blog gw kali ini ingin menceritakan tentang 3 minggu hidup gw ketika gw kuliah lagi…. Anyway, sebulan ini gw baru tersadar, gw koq sering bener ya berkutat ma yang namanya SIAK-NG (Sistem Informasi Akademis – New Generation -sering dibilang juga Not Good sih :P-). Di SIAK itu gw mengisi yang namanya IRS (Isian Rencana Studi) alias masa depan gw soalnya kalo kaga ngisi gituan dianggep kaga kuliah gw biarin udah niatan menuh-menuhin absen tapi tetep aje kaga dianggep ngambil tuh mata kuliah. Setelah hectic banget berkompromi ma temen-temen (kan maunya bareng-bareng) mau ngambil matkul apa, akhirnya jadilah gw ambil 5 mata kuliah. Seminar pra-skripsi, Negara dan Masyarakat Cina, Telaah Teks, Metode Pengajaran n Terjemahan Cina-Indonesia… wuihhh… keliatannya sih enteng. SKS nya juga cuman 15, tapi tugasnya bow… kaga ketulungan. Isinya membaca,membaca dan mempresentasikan hasil bacaan di kelas. Mantab dah…. terlebih sekarang angkatan gw sebagai yang tertua wajib memberikan mentoring pada manusia-manusia yang baru masuk itu… hihi… bukannya gw ga seneng sih tapi kadang-kadang capek juga. Secara ngomong 1 jam ya aus juga lah ya…wkwkwkwk, tapi inilah hidup gw yang mesti gw jalanin semester ini.

Kegiatan yang mayan banyak ini ternyata ga didukung ma otak yang masih mampet. Inilah hasil karya kalo otak lagi mampet, daripada tiduran yang ga guna tapi belajar males kan mendingan ngisi-ngisi Blog, ya gak ? Nyiapinnya besok aja ahhh….~~~~ hehehe ~~~~ Ya segini dulu lah post gw… oh iya… untuk mencegah berlangsungnya suntuk gw, gw jadi mendunlud Locomotion. Seru juga ny game… Sequel dari Transport Tycoon Deluxe buatannya Chris Sawyer. Keren… patut dicoba….

Sekiranya blog saya sekian saja daripada semakin lama semakin banyak kata-kata yang tidak berkenan di hati pembaca…

再见。。。





Ada Bapa Yang Mengemudi

15 06 2008
Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan
seisi keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke
Jerman. Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka
membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di sana . Mereka sekeluarga pun
masuk ke dalam mobil — dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang
berumur 3 tahun. Anak perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian
pada malam hari. Malam pertama di dalam mobil, ia ketakutan dengan
kegelapan di luar sana .
“Mau kemana kita, papa?”
“Ke rumah paman, di Jerman.”
“Papa pernah ke sana ?”
“Belum.”
“Papa tahu jalan ke sana ?”
“Mungkin, kita dapat lihat peta.”
[Diam sejenak] “Papa tahu cara membaca peta?”
“Ya, kita akan sampai dengan aman.”
[Diam lagi] “Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?”
“Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan.”
“Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?”
“Ya, ada.”
“Papa tahu ada dimana?”
“Tidak, tapi kita akan menemukannya. “
 
Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan
juga pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini
diam. Dr. Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia
melihat ke cermin, ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan
hanya melihat-lihat ke sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya
dalam hati kenapa anak perempuan kecil ini tidak menanyakan
pertanyaan-pertanya annya lagi.
“Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?”
“Jerman, rumah paman.”
“Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana ?”
“Tidak”
“Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?”
“Karena papa sedang mengemudi.”
 
Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi
kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika
dia mempunyai pertanyaan-pertanya an dan ketakutan-ketakutan dalam
perjalanannya bersama Tuhan. Ya, Bapa kita sedang mengemudi. Kita
mungkin tahu tujuan kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke `Jerman’
tanpa mengerti di mana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan
ke sana, kita tidak dapat membaca peta, kita tidak tahu apakah kita
akan menemukan rumah makan sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini
tahu hal terpenting, — Papa sedang mengemudi — dan dia aman.
 
Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan. Kenalkah
engkau Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap
dan respon anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya?
 
Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya,
tapi kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus
terpenting adalah `Papa sedang mengemudi’. Tuhan adalah Bapa bagi
anda. Ijinkan IA untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan
menjadi milik anda lagi.




Faktor IMF

9 06 2008

Mumpung masih seger (baru abis ambil Sosial Politik Cina), kemaren ini ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa “Kok menko kita bodoh sekali, tidak mengerti prinsip permintaan dan penawaran yang sudah sejak SMP diajarkan ?” saya sendiri sedikit geli dengan komentar ini. Saya beranggapan mentri kita semua jago-jago, tidak ada salah dalam ilmu yang dipelajari, hanya saja dalam faktor permintaan dan penawaran, orang yang mengatakan itu tadi tidak mempertimbangkan faktor dari luar negri yaitu IMF. Indonesia yang mengikuti pola neo-liberalisme (Washington Concensus) harus mengikuti apa yang dikatakan oleh IMF. Oh ya, sebelumnya saya ingin menerangkan soal Washington Concensus ini sendiri. Bagi yang belum tahu (mudah-mudahan mencerahkan) Concensus ini dibuat oleh bankir-bankir negara Barat yang ingin agar utang-utang mereka segera dilunasi. Ya, sudah tentu badan-badan yang ada di belakangnya salah satunya IMF dan world bank. Karena Indonesia berutang kepada IMF (yang menurut saya rentenir terkejam sedunia) maka sudah tentu Indonesia harus membayarkan kembali pinjamannya beserta bunganya. Hanya masalahnya, Indonesia sendiri bukanlah sebuah negara maju dengan perekonomian yang kuat dan APBN yang surplus banget, bahkan, Indonesia seringkali mempunyai APBN minus alias kita lebih banyak ngeluarin duit dari dapet duit. Apabila APBN kita minus, gimana kita bisa bayar utang ? malahan kita mesti utang lagi dan kemaren ini pemerintah menggunakan opsi Surat Utang Negara. IMF yang ngutangin duit ke Indonesia ya jelas-jelas gerah. Kapan utangnya bakal dilunasin kalo caranya begini ? Maka IMF menekan Indonesia agar membuat APBN menjadi positif dengan maksud dapat mempercepat pembayaran utang. Indonesia yang udah kepepet banget ya bingung donk mesti ngapain… masa mau jual semua BUMN ? kan ga mungkin juga, dan APBN memang begitu adanya. Maka langkah-langkah yang diambil salah satunya adalah pemotongan anggaran departemen. Itu cara pertama yang dilakukan pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) di kalangan birokrat. Hasilnya lumayan banyak penghematan yang dilakukan, tapi itu saja tidak cukup, maka salah satu opsi, yang dikatakan SBY cukup berat yaitu mengurangi subsidi BBM (yang berdampak pada kenaikan harga BBM). Masih dalam kerangka Washington Concensus, maka kompensasi kenaikan BBM ini maka diberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai). Hanya saja, konsep BLT yang diberikan di Indonesia dengan BLT yang diberikan di Amerika beda jauh. Di Indonesia, hanya orang-orang dalam golongan miskin saja yang mendapatkannya sedangkan di Amerika semua dapat (ketika kasus subprime mortgage dan kenaikan BBM di Amerika merebak, ekonomi lesu, sehingga pemerintah AS memberikan insentif ekonomi berupa Bantuan dana Cash sebesar $600) ini merupakan suatu cara yang diberikan IMF agar utang-utang Indonesia semakin cepat lunas. Hal inilah yang tidak disebutkan oleh pemerintah kita. Kan dikatakan dengan menghemat ini itu kita mendapatkan sejumlah x trilyun… nah saya kadang-kadang bertanya, kemana x trilyun itu pergi ? Saya berkesimpulan, bahwa x trilyun itu digunakan untuk membayar utang Indonesia. Jadi kalau dikatakan ekonom kita bodoh, saya mengatakan itu kurang benar. Menurut saya, tekanan yang diberikan terlalu besar sehingga amat sulit mengambil pilihan.





超级电灯泡的故事

22 05 2008

作家讲一个生活问题。有一位女人,她叫欣琪。欣琪有一位男友。他们工作十分忙碌,只能在周日约会。一天,她和男友约好了一个会。没想到,男友带他妈妈,为了让妈妈快乐一点儿,他就带妈妈逛逛。那时欣琪看男友很孝顺,没有厌恶,但是,几次约会她觉得男友的妈妈过头了。他们每次约会,他妈妈总是跟着,变成了一个电灯泡,很麻烦。欣琪对男友很生气,男友不能解释他们的问题,她觉得男友不珍惜她。

            你们可以看,这件事是平常碰到的。谁也能发现这个问题。一方面你得对父母有孝,另一方面,你有了女友,是两头为难。对我来说,这个故事的问题是在欣琪的男友。如果欣琪和男友好好讨论和尊敬对方的意见,这个电灯泡问题不必发生。他可以跟欣琪选择哪次带妈妈,比如他妈妈生日的时候。或者,他可以想一想别的办法去约会,比如,如果妈妈一起去,他们一起去饭馆儿,找出一个三个人约会办法。一个男人也应该记得,他和女友有他们自己的生活,他们生活和父母的生活有关是对的,但是一位好男人应该跟女友讨论他们最合适的生活是怎么样的,如果父母的干预太多,他们就不能建立一个固体的家。结婚前,一双爱人应该讨论,讨论,讨论。说出生活、事情看法,如果有不同的看法,他们应该找他们的解答解释那个不同。此对每双爱人不一样。根据中国社会的看法,家里的责任是在男人,如果那个男人不能挑选合适的选择,那个家可能变成乱七八糟,是不好的。如果我们通过那个故事用这个看法,可以说他们的成功关系于男人选择得如何。





Lowong…

27 04 2008

Oh iya, lupa bilang… baru sempet ngepost lagi soalnya…

1. Lagi sibuk proyek (gaq jelas c tapi ya mayan lah buat nambah-nambah pengalaman)

2. HDD laptop gw maninggal, walaupun akhirnya nyala lagi tapi sempet mati suri 2 hari… sial tuh HDD, bikin setress aje





USB Enclosure…

26 04 2008

Lo pasti dah tau donk ama yang namanya USB Enclosure ? Buat yang belom tau gw jelasin lagi deh… Enclosure itu adalah alat yang digunakan untuk menjalankan harddisk 3.5″ dan 2.5″ SATA maupun IDE supaya dapat jalan lewat USB atau IEEE 1394 (Firewire).

Nah, permasalahan mulai munculnya begini… pertama kali gw membeli Enclosure ini adalah supaya gw bisa make harddisk komputer rumah di laptop… awal-awalnya bagus-bagus aja… tapi apa yang terjadi ? tiap kali gw ngopi file ke Enclosure itu, pas dipindahin ke komputer rumah, HDD nya jadi corrupt. Semua file yang udah gw copy dianggep nggak ada… kadang bener-bener ilang, kadang mesti di recover pake Check Disk (CHKDSK). Itu pengalaman pertama… gw berpikir mungkin itu cuman enclosure gw yang jelekan, tapi ternyata kenyataan tidak demikian. 2 hari yang lalu gw beli HDD 2.5″ gara-gara HDD laptop gw tiba-tiba ga ke-detect. setelah sukses membeli… gw masukin HDD 120 GB yang baru dibeli ke laptop dan HDD 40 GB gw masukin ke enclosure 2.5″ dan gw mengcopy seperti biasa… karena gw merasa gw perlu pake windows yang lama dan ternyata HDD 40 GB jalan lagi, jadilah gw colok HDD 40 GB ke laptop… dan apa yang terjadi ? file-file itu menjadi berantakan dan mesti di repair lagi…. dan di situlah gw tiba-tiba menjadi gaq percaya Enclosure….

Tapi gw ga nyerah ampe di situ… gw coba copy lagi via USB trus dicolok lagi di USB lain… hasilnya, bisa!… ternyata kalo USB ke USB semua filenya aman, jadi gw tiba pada kesimpulan… cara kerja USB dan cara kerja IDE atau SATA Controller yang di Motherboard beda… mereka nulis di level yang berbeda yang ga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya… dan mesti ada pembetulan itu melakukan itu…. jadi apa yang gw lakukan setelah mengetahui hal itu ? HDD 40 GB gw partisi ulang tanpa di format… abis itu baru masuk USB dan di format… jadi kalo nanti mau dimasukkin ke laptop tinggal bersihin total dan ga bakalan takut ada data yang ilang :D





Asep Bis…

26 04 2008

Hahaha…. apa sih yang pertama kali lo pikirkin ketika ngeliat judul dari postingan ini ? Buat orang-orang yang sering “turun” ke jalan pasti udah bersahabat banget dengan benda yang satu ini. Yang beracun, yang nggak enak baunya, apalagi kalo udah liat yang warna item… wuihhh… langsung deh tutup idung, kalo bisa tutup semuanya supaya gaq ada anggota tubuh kita yang kena..

Ini juga yang gw alami pas lagi nunggu bis kampus di halte… tiba-tiba ada bis yang lewat dan nyemburin asep item dari knalpotnya (knalpot tau kan ? pipa pembuangan di kendaraan bermotor itu low…) dan… terciumlah bau semerbak sial itu… hehe…. ya spontan tutup idung donk…

tapi tiba-tiba kepikiran…. gas yang beracun ini bisa bermanfaat juga. Loh ? Kenapa bisa gitu ? Bagaimana bisa bermanfaat ? abis cium bau gas yang mematikan itu… itu dia kata kuncinya mematikan, dari situ gw kepikiran soal Tempat Pembuangan Sampah Akhir…. apa pula ini ? Ya gitu deh, kalo isenk otak tiba-tiba keputer sendiri, kalo di Tempat Pembuangan Sampah itu kan pastinya ada lalat yang amat sangat banyak kan… dan di situ pula pasti ada aja manusia yang tinggal. Nah…. jadi apa gunanya asep itu ? Sama fungsinya kayak asep yang disemprot pas lagi penanggulangan jentik nyamuk…hahaha (jadi geli ngebayanginnya) ntu bis di depan tumpukan sampah yang banyak lalatnya trus nyemburin asepnya yang mematikan itu deh… nanti kan lalat-lalat pada mati semua :P wakaka…. Lingkungan menjadi lebih sehat deh tanpa lalat :P (eh, nggak ya ?)





至少還有你 (林憶蓮)

21 04 2008
至少還有你 (林憶蓮)
我怕來不及 我要抱著你
直到感覺你的皺紋 有了歲月的痕跡
直到肯定你是真的 直到失去力氣
為了你 我願意

動也不能動 也要看著你
直到感覺你的髮線 有了白雪的痕跡
直到視線變得模糊 直到不能呼吸
讓我們 形影不離

如果 全世界我也可以放棄
至少還有你 值得我去珍惜
而你在這裡 就是生命的奇蹟
也許 全世界我也可以忘記
就是不願意 失去你的消息
你掌心的痣 我總記得在那裡

我怕來不及 我要抱著你
直到感覺你的髮線 有了白雪的痕跡
直到視線變得模糊 直到不能呼吸
讓我們 形影不離

我們好不容易 我們身不由己
我怕時間太快 不夠將你看仔細
我怕時間太慢 日夜擔心失去你
恨不得一夜之間白頭 永不分離





Seminar CCS

17 04 2008
Dalam rangka memeringati 10 tahun reformasi, Centre for Chinese
Studies, Fakultas Ilmu pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
mengadakan acara seminar sehari dengan judul

Setelah Air Mata Kita Kering : 10 Tahun Tragedi Tionghoa Mei 1998

Hari/Tanggal : Sabtu, 3 Mei 2008
Jam             : 09.00 – 17.00 WIB
Tempat        : Grha Tirtadi
                   Jl. Raden Saleh No. 20
                   Jakarta Pusat

Pembicara :

Hubungan Internasional:
Dr. Xu Luping (Chinese Academy of Social Science, Beijing)
Hubungan Indonesia-China dipandang dari mata China

Dr. Alex Chandra (Institute for Global Justice)
Hubungan Ekonomi Indonesia-China

Dr. Syamsul Hadi (Jurusan HI, FISIP UI)
Hubungan Politik Indonesia-China

Politik Hukum:
Dr. Frans Winarta,SH
Dr. Aimee Dawis (FIB UI)
Beni Setiono (Ketua INTI Cabang Jakarta)

Sosial-Ekonomi :
Budiarto Shambazy (Wartawan senior KOMPAS)
Stanley Prasetya (AJI, Komnas HAM)
Rizkia Halida, dkk. (FPsi-UI)

Budaya:
Dr. Thung Yu Lan (LIPI)
Nita Madona, Assa Kaboel (FIB UI)
Prof. Melanie Budianta (FIB UI)
Zenal A. Eko Putro (FISIP UI)

Tempat Terbatas
Untuk 150 orang
Mahasiswa Rp.100.000/orang
Umum Rp.250.000/orang

Untuk Reservasi dapat menghubungi e-mail ccs-ui@ui.edu
atau datang langsung ke gedung CCS, Gedung 8 Lantai 2 Fakultas Ilmu
Pengetahuan Budaya, Kampus Depok Universitas Indonesia, pada hari
senin, Rabu dan Jumat pada jam 10.00-14.00

poster dapat dilihat di http://www.blulemon.net/seminar.htm