Hidup Modern, Hidup Racun ~!

Hidup jaman sekarang itu memang enak. Listrik sudah ada, air buat mandi ada PAM yang mengalirkan, gaspun sudah ada yang membuat menjadi tabung. Semua tinggal beli ke warung depan. Ditambah lagi dengan berkembang pesatnya teknologi (khususnya teknologi informasi) yang ditandai dengan berkembangnya komputer (makin cepat, makin hemat dan makin kecil) sehingga ketika kita memerlukan sesuatu kita tinggal browsing di internet dan bisa dibilang semuanya bisa kita dapatkan. Hal inilah yang memacu terbentuknya mental instan. Serba cepat. Dengan semakin cepatnya informasi itu bergerak, orang juga dituntut untuk bergerak cepat. Waktu semakin berharga, sedetik menjadi waktu yang amat berharga bagi orang-orang jaman sekarang.

Di tengah kecepatan mobilisasi tersebut orang tidak sadar bahwa hidup kita semakin lama menjadi semakin penuh dengan racun. Orang tersebut bisa tidak sadar karena tidak sempat memikirkan hal-hal tersebut atau menganggap teknologi yang maju membuat hidup kita semakin baik. Tetapi kenyataan tidak demikian. Seiring dengan trend budaya instan yang sangat berkembang, trend ini berkembang menjadi sesuatu yang sangat negatif. Hal yang paling mendasar dari hidup kita yaitu makanan tapi seiring dengan trend instanisasi yang ada semua dibuat menjadi serba instan. Cepat…. Kalau dulu masih banyak orang yang masak di rumah, sekarang orang lebih senang pergi ke restoran cepat saji. Jauh lebih cepat dan memang hal ini benar, karena satu kali transaksi di McDonald hanya memerlukan waktu tidak sampai 5 menit, kalau masak di rumah ? Wah, ga kekejar atuh, blum motongnya, masaknya, bersihinnya. Kalau perlu ngopi, kan ada Starbucks, Kopi Luwak dan sederetannya kios-kios lainnya yang menjual makanan dan minuman yang bisa memuaskan kebutuhan dan selera kita. Secara tidak sadar kita telah memasukkan benda-benda tidak sehat ke dalam tubuh kita, mengapa begitu ? Mulai dari bahannya yang tidak segar karena merupakan olahan sampai penggunaan vetsin (MSG – Monosodium Glutamat) sebagai penyedap. Penyedap ini memang menyedapkan masakan, tapi apakah ini sehat jika dikonsumsi tetap berminggu-minggu bahkan sampai bertahun-tahun ? Belum lagi kalori yang terkandung dalam tiap paket McDonald atau segelas kopi di starbucks dapat menyebabkan kegemukan dan berakibat penyakit-penyakit, dan saya yakin dalam segelas kopi starbucks ada saja pengawet di situ.

Ironisnya, kita tidak bisa keluar dari situasi ini. Seandainya kita berkata, Fast food mah memang sudah jelas-jelas tidak sehat tapi pemakaian MSG atau vetsin ini sudah menyebar dengan sangat luas bahkan bisa dikatakan seluruh makanan yang disajikan sudah ditaburi dengan bubuk ajaib ini (kecuali memang restoran yang bersangkutan memasang label ‘No MSG’ atau memasak sendiri) dari fast food, makanan yang sudah dipacking ulang bahkan sampai ke kue-kue kecil yang dijual di pinggir jalan. Semua menyiasatinya dengan penambahan racun ini, bahkan ketika kita memasak sayur yang dibeli secara segar dan memasak sendiripun kita tidak terjamin bebas dari racun, mengapa ? karena proses membiakkan sayur ini sendiri memakai pestisida karena para produsen ingin agar panennya bagus-bagus dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa mendapatkan untung yang semaksimal mungkin. Lagi-lagi budaya instan yang berlaku di sini. Belum lagi merk-merk yang sudah jelas-jelas mencantumkan istilah instan *mie instan, bubur instan. Saya sendiri agak kaget ketika sebuah perusahaan (wings food  apa ya ?) mengeluarkan nasi instan. Saya sempat mencoba nasi instan tersebut dan apa yang saya rasakan ? bumbunya hanyalah merupakan micin alias MSG alias vetsin dan mungkin hanya ditambahkan sedikit garam dan apalah lainnya, tapi pada intinya racun tersebut tetap dimasukkan sebagai bahan pembuat bumbu

Saya tidak mengerti apakah para peneliti kita yang disana itu tidak menemukan bumbu lain ? tapi sejauh ini Saya berpendapat bahwa kita tidak akan lepas dari cara hidup begini setidaknya tidak dalam waktu dekat ini dan inilah apa yang dinamakan hidup modern… Hidup Racun ~!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: