Budaya Beijing : Part 1

Setelah 2 minggu ada beberapa kebiasaan warga Beijing yang patut diketahui :

1. Naik Eskalator : China menganut untuk berjalan di sebelah kanan. Mobil dengan setir sebelah kiri, berjalan di kanan. Orang-orang berjalan di sebelah kanan demikian juga ketika naik eskalator. Kalau di Indonesia biasa dijumpai eskalator naik berada di sebelah kiri, dan eskalator turun di sebelah kanan maka di China akan sebaliknya dan etika naik eskalator yaitu ketika kita tidak terburu-buru dan hanya ingin menikmati naik eskalator sebaiknya kita berada di sebelah kanan dan biarkan sebelah kiri kosong karena biasa orang lain akan mendahului dari sebelah kiri.

2. Menyebrang Jalan : Cukup ajaib kebiasaan menyebrang jalan di China ternyata sama seperti di Indonesia. Mungkin bukan pada tingkat teori tapi pada tingkat praktek karena menyebrang jalan di China tidak perlu melihat zebra cross (kecuali mungkin pada jalan-jalan besar, karena biasanya pada jalan besar terdapat penghalang. Itupun tidak diwajibkan untuk menyebrang di zebra cross). Walaupun mungkin tidak memiliki aturan khusus, tapi berhati-hatilah karena di China belok kanan langsung, mungkin ketika Anda baru menginjak jalan ada mobil yang jalan terus dan karena berada di lajur kanan maka biasanya ketika baru ingin menyebrang ada kemungkinan mobil akan menghampiri Anda.

3. Membuang reak/dahak : Membuang reak menjadi suatu kebiasaan buruk yang memang sudah terbiasa. Jangan heran di tengah jalan Anda akan menemukan banyak sekali (khususnya pria… hmm… hanya pria sepertinya) membuang dahak sembarangan di jalan. Apalagi pas udara masih agak dingin. Saya sendiri kadang jadi memaklumi kenapa bisa ada kebiasaan seperti ini. Udara Beijing yang terbilang cukup dingin (bulan maret masih lumayan dingin untuk ukuran orang Indonesia yang biasa di Jakarta dan ga pernah ke tempat dingin lainnya) dan kebiasaan makan makanan yang agak pedas (di sini namanya bumbu Mala yang cukup pedas, walaupun pedasnya berbeda) membuat saya sendiri seringkali ingin membuang dahak, walaupun pada akhirnya ditahan.

4. Terbiasa memakai kartu : Berhubung saya belum pernah lihat yang seekstrim di sini saya mengatakan bahwa di Beijing orang gemar sekali memakai kartu dan uniknya semua kartu pasti memakai entah RFID (yang ditempel langsung terbaca), Magnetic Swipe atau Chip. Mulai dari kartu angkutan umum sampai ke kartu diskon restoran. Yang wajib ketika Anda sampai di Beijing dan akan tinggal lama di sini adalah kartu angkutan umum (kecuali tentu saja Anda tidak akan ingin ke mana-mana selama di sini). Kartu kereta bawah tanah (biasa disebut 体跌 Tidie) dan kartu bisa menjadi satu dan dapat dipertukarkan. Kartu ini bisa didapat di beberapa stasiun (entah apa, yang saya tahu Wudaokou — Line 13 dan Qingjie Lu — Line 6 menyediakan), harganya 40 kuai, deposit 20 kuai, isi 20 kuai. Setelah itu bisa isi ulang di depot otomatis di setiap stasiun kereta. Sistem kereta di Beijing sama seperti busway di Jakarta. Walaupun memiliki banyak rute tapi 1 harga yaitu 2 kuai. Kalau Anda ingin berpergian menggunakan kereta tapi belum mempunyai kartu saya menyerankan membawa uang koin-an 1 kuai, karena untuk lembaran kertas mesin hanya menerima minimal 5 kuai dan akan dikembalikan 3 kuai dalam bentuk koin (repot kan, kecuali ini tidak masalah untuk Anda). Selain kereta, bis juga memakai kartu ini. Khusus untuk bis tarif menggunakan kartu jauh lebih murah ketimbang menggunakan uang (bank notes). Kemarin saya sempat berpergian ke taman Qingyang yang berjarak 3 pemberhentian bis hanya dikenai 0.4 kuai, rata-rata harganya segitu, tapi kalau menggunakan uang dikenakan biaya 1 kuai (mungkin karena ribet kembalian kali ya). Nah, saya sendiri sekarang sudah mempunya 4 kartu. 2 Kartu urusan bank (1 kartu debit, 1 kartu untuk internet banking), 1 kartu untuk makan di kantin sekolah dan 1 kartu lagi untuk naik ditie). 4 kartu mungkin masih biasa karena saya mengenal seseorang yang memiliki puluhan kartu (bisa sampai 30-40 kartu kali ya) dan memerlukan dompet sendiri untuk menyimpannya. Apa saja kartunya ? Kebanyakan kartu anggota dari toko-toko yang dikunjungi. Ketika misalnya ada seseorang yang membeli banyak di sebuah tempat minuman maka bisa jadi Anda akan diberikan kartu diskon 1 kuai selama tahun itu. Pastinya disimpan dong. Jadi bayangkan ketika seseorang suka belanja di mol-mol atau kafe-kafe bisa jadi mereka memiliki bermacam-macam kartu diskon dan kalau sudah ganti tahun dan kartunya belum sempat disortir maka kartu itu akan terus bertumpuk.

5. Orang Beijing tidak mengenal Saos Sambal : Saya sendiri ketika di Jakarta kalau pas makan di McD atau BK salah satu yang dirindukan karena saus sambal nya khas mereka, tapi jangan harap Anda akan menemukan saos sambal ketika di Jakarta. Di Beijing, saya sendiri sempat makan di beberapa restoran, sambal mereka adalah cabe yang direndam minyak. Tanpa rasa dan pedasnya pun tidak begitu terasa. Saya sendiri belum pernah menemukan saus sambal mirip yang di Indonesia di supermarket dekat tempat saya tinggal. Ada Wallmart dan Carrefour di sini dan mereka hanya menyediakan paling mirip Saus tomat. Saus tomatnya bisa dibilang sama karena penyedia nya sama yaitu Hainz dan sepertinya itu sudah menjadi resep international. Bahkan saya sempat mencicipi McDonald di Beijing dengan rasa uniknya tapi tetap tidak menyediakan saus sambal. Hanya ada saus tomat saja.

IMG-20130317-00067

 

5. Timbangan dalam hitungan 500gr : Ketika belanja di Beijing dan melihat harga yang cukup murah jangan langsung Anda berpikir layaknya di Indonesia karena harga di sini untuk barang yang harus ditimbang dihitung berdasarkan 500gr atau Yijin (一斤) jadi ketika ingin membandingkan harga terutama di China dan Indonesia biasakan untuk mengali 2 harga tersebut sebelum dikurs dan dibandingkan :)

Mudah-mudahan posting ini menambah pengetahuan Anda ketika akan berkunjung ke China.

Dengan kaitkata , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: