Pengajaran dan Masyarakat (教育与社会)

Selesai sudah salah satu mata kuliah yang harus dijalani yaitu Pengajaran dan Masyarakat (教育与社会) dengan dosen yang bernama 张海英, sepertinya beliau seorang profesor. Kelasnya cukup santai, kita ber-7 (4 orang asing, dan 3 lokal) dengan meja oval kita duduk melingkar membicarakan mengenai topik yang ada. Bukunya sendiri merupakan tulisan dari Amerika (School and Society) yang diterjemahkan ke dalam bahasa mandarin (教育与社会) ajaibnya yang berbahasa Inggris seharga 400rb, yang mandarin tidak sampai 100rb rupiah, mungkin karena hanya biaya penerjemahan saja ya. hehe…

Kita bergantian mempresentasikan topik yang ada, 1 orang satu topik. Ternyata ulasannya cukup menarik. Beliau menekankan bahwa harus ada hubungan antara pengajaran dan masyarakat. Ketika kita mendapatkan ilmu dari pengajaran seorang guru/dosen, kita harus dapat mengaplikasikannya ke dalam masyarakat tempat kita berada. Itulah kegunaan pengajaran sesungguhnya. Pengajaran juga tidak melulu bersifat teori, ada sisi prakteknya dan ada sisi moralnya.

Dalam buku tersebut secara garis besar terdapat 3 teori yang digunakan yaitu 功能主义,冲突理论 dan 解释主义, dari ketiga teori ini dapat membahas bagaimana kita melihat pendidikan dalam kaitannya dengan masyarakat dan pendidikan. Selain dalam sisi pendidikan dan masyarakat, dengan kita dapat menganalisa apa yang terjadi dalam dinamika pendidikan dan masyarakat, diharapkan pemerintah sebagai pihak yang berperan dapat membuat kebijakan yang tepat untuk dapat mengembangkan pendidikan agar dapat lebih berguna untuk masyarakat itu sendiri.

Pada awal bulan Desember, beliau sempat berkunjung ke University of Wisconsin di Amerika dan ketika kembali beliau menunjukkan mengenai kondisi universitas di sana dan bagaimana sikap para mahasiswa di sana. Beliau terus membandingkan dengan apa yang terjadi di Cina dan terus memacu para siswanya untuk terus dapat belajar dari apa yang terjadi di Amerika sana.

Pertama, beliau memperhatikan masalah tata letak gedung, ternyata gedung universitas di sana berbaur menjadi satu dengan masyarakat. Gedung departemen yang satu dengan yang lain bisa terpisahkan oleh rel kereta yang notabene merupakan jalan umum. Gedungpun demikian, di depan gedung yang dipakai oleh sekolah, ada juga gedung masyarakat pada umumnya dan karena universitas di sana tidak menyediakan asrama, maka penduduk lokal yang memakai gedung yang mereka punya untuk menerima mahasiswa untuk tinggal di sana.

Kedua, beliau memperhatikan arsitektur gedung yang ada di universitas di Amerika tersebut. Gedung itu banyak kacanya sehingga banyak sinar matahari yang tembus. Selain itu di setiap gedung, lantai 1 nya merupakan tempat ‘nongkrong’ para mahasiswanya dan di sana terdapat televisi besar untuk menonton berita, selain itu ada cafe juga di situ

Ketiga, beliau memperhatikan masalah kebersihan. Walaupun tidak ada yang melihat, lantai di sana bersih, bahkan di sekitar tempat sampahpun bersih. Semua menjaga. Selain itu, setiap tempat membaca, selesai membaca, para mahasiswa membereskan sendiri bangkunya, tanpa ada yang menjaga, tanpa perlu kamera CCTV dan tempat itu sendiri sunyi, tidak ada suara berisik sama sekali.

Keempat, di universitas itu ada kotak daur ulang tempat mahasiswa dapat meletakkan benda-benda ‘berbahaya’ yang harus didaur ulang secara khusus  seperti baterai, handphone, dlsb.

Dari sini beliau melihat bahwa sebetulnya yang diperlukan adalah sikap dari masing-masing individu, sebuah disiplin pada diri sendiri yang membuat tempat itu nyaman.

Dengan kaitkata , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: